Monday, February 4, 2013

10 Lagu Paling Semangat


Terinspirasi tulisan di blog salah satu teman (helo +Arswendy Danardhito!), saya jadi kepincut juga untuk membuat daftar lagu yang pas untuk menemani di saat-saat tertentu. Saya hanya ingin menyusun dan menyebarluaskan lagu-lagu yang amat layak dicoba untuk diputar ketika membutuhkan semangat. Entah di pagi hari, entah ketika di perjalanan menuju ke dan kembali dari kantor, entah ketika sedang jogging/jalan sehat (Ibu2 RT kali), atau ketika baru sampe rumah/kosan. Semua orang membutuhkan semangat dan semangat itu bisa didapatkan salah satunya dari musik. Maaf kalo daftar ini sangat mainstream atau sangat MTV. Urgh, saya udah kebayang sama ekspresi temen saya deh kalau misalkan dia liat daftar ini dan pasti bilang “Ga ada Nirvana banget?”. Bodo. Ini kan slera saya, saya tidak terlalu suka musik genjrang genjreng yang kaya mau manggil setan itu. Tapi Nirvana basug kok Cuma masalahnya bukan selera saya aja. Dan maaf sebelumnya apabila ada istilah-istilah dalam dunia musik yang salah dalam penggunannya. Saya tidak begitu paham seluk-beluk permusikan. Daftar ini disusun secara alfabet karena susah banget nentuin mana yang lebih dan paling bagus yang penting bikin semangat.
      
      1.       Ain’t that a Lot of Love oleh Simply Red
Banyak lagu Simply Red yang asik buat menaikkan semangat kita, misalanya Sunrise dan Star tapi kalo boleh saya memilih yang paling asik buat didenger ya lagu yang satu ini. Tergolong lagu Simply Red yang mashi baru sih, tahun 1999 aja. Haha. Tapi masalahnya Simply Red adalah band lawas jadi 1999 masih tergolong baru buat mereka. Band lawas yang mungkin paling saya gemari. Lagu ini memang agak disko, tidak seperti lagu bertempo cepat milik Simply Red tapi tidak heran juga karena pada tahun itu lagi populer juga lagu-lagu yang berbau disko. Ingat “Believe” nya Cher kan? Atau Vengaboys? (Sial, kemana grup norak itu sekarang? Haha) Saya juga beruntung pernah menyaksikan konser mereka waktu mereka berkunjung di Jakarta dan konser tersebut adalah “farewell concert” karena vokalis utamanya, Mick Hucknall, ingin pensiun. Wuih seru, sampe keringetan basah-sebasahnya karena asik berjoget dan performa si Hucknall yang energik padahal udah cukup berumur loh. Dan saya nonton secara gratis pula! Beruntung banget saya ini.
      
      2.       All Justin Timberlake’s Groovy Singles
Yes, JT. Ketika ia merilis album keduanya di tahun 2006, lagu-lagu yang dijadikan single di album ini langsung “ngecun” di otak saya. Kalau Anda tidak goyang denger SexyBack, LoveStoned, My Love atau bahkan What Goes Around Comes Around berarti ada yang salah dengan jiwa bergoyang Anda. Perlu diperiksa ke dokter pergoyangan terdekat. Semua single tersebut benar-benar membuktikan Timberlake udah matang sebagai musisi. Daaaan jangan lupakan single terbaru JT bareng Kay-Z “Suit&Tie”. Beuh, kaya kembali ke masa lalu di tahun 70an tapi juga dicampur dengan rasa sekarang. Jadi jangan heran beberapa tahun mendatang akan ada trend musik seperti yang ada di single ini. Bikin goyang lah. Padahal saya sendiri tidak terlalu suka loh sebenarnya sama musik “ajep-ajep” yang disko ala David Guetta dan kawan-kawannya. Tapi groovy nya Justin di tahun 2006 itu berbeda apalagi yang “Suit&Tie” ini.tapi sedihnya saya belum memiliki CD Justin yang FutureSex/LoveSound itu. Baru setahun belakangan ini tiba-taiba saya ingin membelinya tapi sudah saya cari kemana-mana hasilnya nihil. Ada yang bisa bantu? Karena saya tidak mau mengunduh albumnya secara utuh.
      
      3.       Baba O’Riley oleh The Who
Oh, The Who. Ga banyak sih sebenarnya lagu mereka yang saya tau. Jadi kalo ada yang membahas The Who atau menanyakan tentang The Who ke saya ya saya cuma bisa jawab “Baba O’Riley”. Haha. Sesempit itu ya pengetahuan musik saya. Lagu ini saya suka karena sederhana saja alasannya. Lagu ini sangat punya jiwa. Sangat anthem. Dari intronya aja udah magis banget. Susah juga kalo denger ini kalo ga sambil teriak-teriak nyanyiin liriknya sekeras mungkin. Masalahnya orang lain pasti terganggu kalau saya menyanyi apalgi kalau keras-keras. Maklum suara saya terlalu sember untuk didengar. Tapi wajib dicoba loh untuk didenger.

      4.       Bad oleh Michael Jackson
Aah udahlah ya kalo ngebahas Michael Jackson kayak yaudah, mau ngomong apa lagi. Keren-keren lagunya terutama di era 80an. Thriller, Beat It, Smooth Criminal dan Billie Jean adalah contoh mudahnya. Semua lagu itu asik buat menyemangati hari Anda tapi buat saya yang paling asik itu adalah Bad.  Chorusnya asik apalagi pas bagian yang “and the world has to answer right now, just to tell you once again, who’s bad?” Nantang banget kan pas abgian itu kaak “ayo partai!” Haha. Lagu ini juga enak dinyanyiin kalo lagi emosi atau pengen marah-marah. Kan sesuai aja sama liriknya.

      5.       Call It What You Want oleh Foster the People
“Zuzah” (sesusah itu) banget mutusin lagu mana yang lebih seru diantara 10 lagu di album mereka, Torches. Semuanya seru. Semuanya bisa memompa semangat. Semuanya bisa membuat kepala bahkan badan Anda bergoyang. Tapi kalau dipilah-pilah ada satu lagu yang beat seru gila. Call it What You Want. Kepala goyang terus, tangan pengennya fist pump terus juga. Hhmm ga fist pump juga sih haha. Ga segaul itu. Tapi seru banget. Termasuk lagu yang bisa buat nyanyi keras-keras pula.
   
      6.       Dancing On My Own oleh Robyn
Lagu yang liriknya miris tapi asik buat joget. Buktinya serial Girls memakai lagu ini ketika salah satu karakternya ada yang patah hati (kalo ga salah). “I’m in the corner wathcing you kiss her” Miris kan? Tapi anehnya lagunya bertempo cepat dan punya beat yang lumayan asik.  Saya sih sering banget nyanyi lagu ini bukan karena pengalaman pribadi sih tapi oke aja lirik miris tapi punya beat yang asik.
  
      7.       How You Like Me Now? oleh The Heavy
Lagunya seksi. Eh ga tau ya, itu menurut saya aja. Kayak sedikit menggoda iman. Haha. Salah ga sih? Aduh kenapa ya? Yang pasti karena iramanya. Intronya, drumnya, gitarnya apalagi pas bagian-bagian akhirnya. Seru dan megah.

      8.       Little L oleh Jamiroquai
Jangan tanyalah ya se-groovy apa Jamiroquai. Little L adalah contoh sempurna dari  mereka. Denger intornya aja udah pasti membuat kita pengen turun ke lantai dansa dan berjoget di bawah “mirrorball” kan? Terus joget ala Saturday Night Fever kalo perlu memakai sepatu roda yang 4 rodanya berbaris dua itu (bukan roller blade ya). Kalo saya gitu sih. Haha. Kejauhan imajinasinya. Atau coba dengarkan di kamar, pasti otomatis bergoyang dan menyayikan liriknya. Malah saya pernah di kantor sambil duduk dan menundukkan kepala saya terus dengerin ini akhirnya jadi kebawa joget sendiri terutama kepala saya, sampai-sampai ditanya oleh atasan saya yang duduk persis di depan saya “Kenapa Mas?” Haha. Susah untuk menahan godaan untuk tidak bergoyang kalo lagi denger lagu ini.

      9.       Valerie oleh Amy Winehouse
Kalau Anda bisa melihat bio profile twitter saya (sayangnya sudah saya gembok), saya menjelaskan kalau saya adalah “Winehouse Whorshiper”. Yap, saya cinta Amy Winehouse dan sampai detik ini saya kesal kenapa ia meninggal dunia begitu cepat. Saya pertama kali jatuh cinta pada musiknya bukan karena Valerie sebenarnya tapi karena satu album penuh Back to Black yang sampai saat ini bagi saya adalah album terbaik yang pernah saya beli/dengar. Bahkan Winehouse semacam mengubah selera musik saya yang tadinya saaaaaangat MTV menjadi bereksperimen dan multigenre. Kebetulan Valerie tidak ada di album Back to Black jadi saya baru mendengar Valerie beberapa tahun setelah saya memiliki album Back to Black (kalau tidak salah tahun 2007). Asik banget, sangat 60an. Kalo setiap kali denger lagu ini bawaannya mau ngapain selain joget? Bawaannya pengen berdiri terus nepok-nepok telapak tangan di paha terus jingkrak-jingkrakan atau sambil menjetikkan jari jempol dan jari tengah. Ngerti kan? Memang sih kalau tidak salah lagu daur ulang tapi tetap saja Amy Winehouse (dan Mark Ronson sang produser) perlu diberi kredit untuk keseruan yang mereka ciptakan karena mendaur ulang lagu ini.

      10.   We Found Love oleh Rihanna
Oke, saya memang tadi sempat bilang tidak begitu suka dengan musik ajep-ajep ala David Guetta. Calvin Harris kan juga semacam David Guetta ya. Tapi kalo denger intro lagu ini kok mengundang amat ya. Mengundang untuk bersemangat maksudnya. Memang lagu ini sangat ajep-ajep tapi susah untuk tidak bergoyang kalau denger lagu ini. Apalagi kalau dengerin liriknya, nonton video klipnya (yang saya saaangat suka itu) dan hubungan Rihanna dan Chris Brown semuanya kayak komplit. Satu paket. Makanya saya suka lagu ini. Beatnya asik dan mudah untuk menyemangati diri sendiri ketika sedang lesu. Ibaratnya baru beat pertama intronya aja langsung “on” sayanya. Haha.
Oke itu lagu-lagu yang bisa menyemangati saya. Sebenarnya banyak sih lagu yang bisa bikin saya semangat. Mislanya lagu-lagu Stevie Wonder bahkan Katy Perry. Mungkin Anda ada yang mau berbagi lagu apa saja yang enak untuk menyemangati hari Anda?

3 comments:

  1. kok ga ada cakra khan sama butiran debu?? hahaha

    ReplyDelete
  2. aduh nama saya disebut2 di awal paragraf..
    syukur deh bisa menginspirasi :)
    tulisan ini kan? http://merekamwaktu.blogspot.com/2013/01/10-lagu-menyambut-hujan.html

    ReplyDelete
  3. You Rise me Up gan

    ReplyDelete