Thursday, June 20, 2013

Tips dan Trik Hidup dalam Dunia World War Z (Hati-hati Spoiler!)

Sudahkah Anda menonton World War Z yang dibintangi oleh Brad Pitt? Kalo belom, lebih baik Anda berhenti membaca artikel ini mulai sekarang. Tetapi apabila Anda sudah menonton, Anda boleh melanjutkan membaca artikel ini.

Oke, jadi bumi di dalam kisah World War Z tiba-tiba berubah menjadi mengerikan karena banyak manusia berubah menjadi zombie. Tidak ada penjelasan kenapa mereka berubah menjadi zombie (sama seperti kisah zombie lainnya, misalnya The Walking Dead). Lebih mengerikannya lagi, para zombie bukan tipikal zombie yang biasanya Anda temui. Lambat, akan mengunyah Anda sampai habis, pincang dan pendiam. Zombie dalam WWZ bersifat kencang dan bersuara seperti Raptor yang serak dan"hanya" menggigit Anda. Tapi mereka sama-sama mengerikan dan akan membuat Anda lari sekencang-kencangnya (atau berteriak keras sekali, tergantung kecepatan otak Anda bekerja).

Kalo Anda familiar dengan serial The Walking Dead, trik hidupnya sebenarnya masih lebih mudah daripada menghadapi para zombie di WWZ. Hanya tinggal lari sekencang-kencangnya. Tapi dalam WWZ berbeda. Lalu bagaimana menghadapi kekacauan ala WWZ ini? Berikut ini tips dan trik yang menurut saya sangat berguna.

1. Jauhi Wilayah Ramai
Wilayah ramai bisa berarti wilayah padat penduduk. Jadi apabila Anda tinggal di Jakarta, maka jauhilah wilayah bantaran kali Ciliwung. Di wilayah itu, jumlah penduduk sangat banyak bahkan bersenggolan pun akan mudah dialami. Hindari juga berada di pasar tradisional, seperti Pasar Kebayoran Lama. Pasar ini sangat sering menimbulkan kemacetan maka otomatis daerah ini ramai kan? Hindari pula berada di ITC atau mall terutama di saat menjelang Lebaran, malam minggu atau tanggal muda. Tempat-tempat ini luar biasa ramai, AC-pun kadang ga ngaruh karena saking ramainya. Lagipula apabila zombie sudah datang, Anda mau ngumpet dimana di wilayah-wilayah ini? Di los pedagang? Urgh, selain sempit, los pedagang juga kotor dan bau. Anda akan batuk-batuk dan akhirnya menimbulkan suara yang mengundang para zombie. Anda akan digigit!! Di mall mau ngumpet di mana? Kamar mandi? Sempit bung. Jadi lebih baik Anda langsung menyingkir ke wilayah-wilayah yang lebih sepi. Kalo di Jakarta mungkin bisa langsung menuju ke Kepulauan Seribu. Curi kapal dan langsung ngebut kesana. Kalo Anda tinggal di Pekanbaru, langsung ke pelabuhan dan langsung menuju ke Selat Panjang. Pastinya daerah ini sepi (8 jam dari Pekanbaru, jadi sudah pasti sepi). Maka positifnya dunia WWZ kalo Anda tinggal di Indonesia adalah Anda bisa mengenal lebih jauh negara Anda yang indah ini. Karena kalo tidak ada WWZ, kapan lagi Anda punya kesempatan untuk datang ke tempat-tempat terpencil?

2. Jadilah Michael Phelps dalam Bidang Lari
Michael Phelps adalah perenang legendaris. Meraih 8 medali emas di Olimpiade Beijing. Ia secepat itu. Maka apabila Anda tidak berhasil menemukan sungai untuk tempat melarikan diri maka berlatihlah untuk lari secepat-cepatnya. Berlatihlah dari sekarang. Sekarang banget!!!! Untuk latihan, mungkin Anda bisa nongkrong malem-malem di Taman Lawang dan tinggal menunggu Satpol PP menyisir daerah itu. Jadi bukan untuk menunggu pelanggan ya. Maka ketika Satpol PP datang dan mengejar Anda, larilah! Ini sepertinya latihan yang efektif. Kenapa? Lari dari kejaran Satpol PP sama seperti lari dari zombie. Harus cepat larinya, cepat menemukan tempat untuk ngumpet dan berlatih tidak menimbulkan suara sama sekali yang bisa mearik perhatian mereka.

3. Menjadi Manusia yang Berguna
Brad Pitt bisa mendapatkan tempat di kapal perang AS karena ia berguna. Ia menemani ahli virus ke Korea Selatan untuk menyelidiki penyebab munculnya zombie ini. Keluarganya (sementara) aman tinggal di kapal perang tersebut. Tetapi ketika Pitt tidak diketahui keberadaannya, keluarganya diungsikan. Jadi, mulai sekarang cobalah untuk lebih dikenal (terutama oleh PBB) dan mempunyai keahlian khusus yang berguna. Yah memang susah sih. Tapi kalo keluarga Kardashian bisa terkenal dengan mudah, kenapa tidak dengan kita.

4. Rontokkan Gigi Tetangga Anda
Rontokkan gigi? Iya, inilah yang dilakukan oleh pemerintah Korea Utara. Pemerintah Korut memangkas habis gigi para warganya setelah mengetahui zombie ini menular melalui gigitan. Gila mungkin kedengarannya tapi efektif loh. Sangat. Jadi yang perlu Anda lakukan adalah (terutama apabila Camat atau Ketua RT) meminta warga di sekitar Anda untuk ke dokter gigi untuk mencabut semua gigi mereka. Anda sendiri tidak perlu mencabut gigi Anda kalo Anda yakin Anda tidak akan tertular. Tapi apa yang harus dilakukan apabila warga menolak mencabut gigi mereka? Baca poin 1.

5. Lupakan Pesawat
Anda pikir pesawat adalah alat transportasi paling efektif? Iya kalo dalam dunia yang berbeda tapi tidak dalam dunia WWZ. Anda mau lari kemana apabila tiba-tiba zombie ada yang muncul di dalam pesawat? (Yap ini benar-benar terjadi) Ke kokpit? Kalo tidak dikunci. Ke toilet? Ayolah Anda sudah tahu kan kalo pintu toilet pesawat itu ringkih dan mudah untuk dijebol? Jadi bepergian dengan kapal sepertinya adalah yang paling aman karena jika zombie muncul, Anda tinggal hanya melompat ke laut atau sungai atau danau. Lalu bagaimana jika Anda sudah terpaksa naik pesawat ketika wabah menyebar? Jangan duduk di barisan belakang atau yang dekat dengan pintu tingkap kapal. Barisan belakang, selain sempit dan guncangan yang sangat terasa juga dekat dengan akses pintu tingkap yang bisa aja zombie nyelonong melalui pintu ini. Selain itu bawalah koper yang berat dan letakkan di kabin. Ini berguna loh untuk menghambat pergerakan zombie terutama apabila dalam pesawat yang berukuran jumbo. Jadi apabila Anda baru pulang jalan-jalan dan membawa oleh-oleh, maka pas lah. Orang Indonesia kan bawaanya banyak kalo pulang jalan-jalan.

6. Berubah menjadi Brad Pitt
Oke yang ini memang mustahil. Kita tidak akan berubah menjadi sosok Pitt kalo kita tidak punya kekuatan seperti Mystique (yang sayangnya juga khayalan). Bila menjadi Pitt maka Anda bisa selamat kemanapun Anda pergi dan sedekat apapun zombie dengan muka Anda. Dengan menjadi Pitt, Anda juga bisa mendapat akses ke WHO, pangkalan kapal AS di Atlantik dan Korea Selatan dan wilayah Israel. Selain itu, Anda juga bisa selamat ketika pesawat yang Anda tumpangi jatuh dan hancur berantakan. Anda juga bisa mengadopsi anak yatim piatu keturunan Latin. Anda juga bisa menjadi pasangan Angelina Jolie. Selain itu juga pernah memacari atau menikahi wanita-wanita cantik seperti Jennifer Aniston, Gwyneth Paltrow dan Juliette Lewis. Jangan lupakan menjadi Sexiest Man Alive berkali-kali versi majalah People dan super kaya.

7. Layaknya yang ada dalam Film
Mereka yang selamat dari serangan zombie adalah manusia yang kurang sehat secara fisik, yang sedang mengidap penyakit yang cukup serius. Kakek-kakel yang sudah uzur selamat, tentara yang pincang juga selamat dan remaja yang sepertinya juga sedang sakit keras juga selamat. Jadi buatlah diri Anda menjadi sakit cukup parah. Kalo berdasarkan pengalaman saya, jangkiti diri Anda dengan cacar air. Anda akan merasa hampir mendekati kematian tapi juga tidak mati. Kalo Anda sudah pernah kena cacar, coba Googling dan cari jenis penyakit lain yang "membuat sakit parah tapi tidak membuat Anda mati".

Anda boleh saja tertawa membaca artikel ini. Menurut Anda mungkin konyol dan tidak mungkin. Tertawa saja terus sampai Anda sadar kekacauan ada di sekitar Anda dan hal itu disebabkan oleh zombie bukan oleh asap kebakaran seperti yang ada di Pekanbaru sekarang ini. Anda perlu ingat, yang dilakukan oleh Israel dan Korut bisa selamat dari zombie adalah mereka tidak tetawa membaca peringatan zombie, mereka juga membaca tanda-tanda alam. Jadi mulai sekarang bungkam mulut Anda dan jangan ketawakan artikel saya ini. Jangan! Yang pasti Anda jangan lakukan hal yang satu ini:

                                    
Ingat, zombie bukan untuk dicium (apalagi di bibir) tapi untuk dihindari.

Thursday, May 23, 2013

Ulasan Film: Evil Dead

      


Pemain: Jane Levy, Shiloh Fernandez, Lou Taylor Pucci, Jessica Lucas, 
               Elizabeth Blackmore

Sutradara: Fede Alvarez

      Awalnya saya skeptis banget film ini bisa tayang di Pekanbaru secara reguler (karena hanya tayang di jam midnight saja), maklmu film-fillm yang tayang di kota ini cenderung "mainstream". Tapi kemarin saya cukup kaget Evil Dead tayang bahkan tayang di bioskop non 21 yang ada di seberang kantor saya.

       Evil Dead yang rilis tahun ini merupakan remake dari The Evil Dead yang rilis tahun 1981. Maka sebelum saya menonton versi remake-nya, saya memutuskan untuk menonton versi aslinya beberapa hari yang lalu. Bagi saya, versi aslinya untuk tahun 1981 merupakan sebuah film horor/slasher yang lumayan bikin ngeri karena kesadisannya, selain itu juga lumayan lucu karena para wanita yang dirasuki iblis bertingkah serem tapi lumayan lucu. Padahal buat saya pribadi ga ada satu pun film horor/slasher jadul/klasik Hollywood yang pernah bener-bener bikin saya bergidik. Oya versi asli Evil Dead ini disutradarai oleh Sam Raimi yang membesut tiga film pertama dari Spider-Man loh. Oke, lalu bagaimana dengan versi remake ini?

      Film ini dibuka dengan adegan seorang gadis yang ditangkap lalu diikat dan dibakar hidup-hidup oleh ayahnya dan beberapa orang karena dianggap telah dirasuki oleh iblis. Cerita kemudian berlanjut ke kisah lain, yaitu ketika sekumpulan anak muda berkumpul di sebuah kabin tua untuk membantu Mia (Jane Levy) untuk membersihkan dirinya dari narkoba. Dalam kumpulan itu kakak laki-lakinya beserta pacaranya dan kedua sahabatnya. Ketika mereka tinggal beberapa saat di dalam kabin tersebut, mereka mencium bau tidak sedap yang datang dari basement kabin tersebut dan ketika mengecek tempat tersebut, ternyata terdapat banyak bangkai tikus di dalamnya dan salah satu sahabat Mia menemukan buku tua dan ketika membawanya ke kamar, ia membaca secara diam-diam dan merapal mantra terlarang yang ada di dalamnya. Dan sejak saat itu kejadian mengerikan (dan juga sangat sadis terjadi)

      Ketika Mia berusaha kabur karena merasa bahwa hal aneh terjadi di sekitar kabin dan mobilnya terperosok ke dalam sebauh kolam, ia terjebak dalam hutan yang ternyata hidup dan membelitnya. Ketika ia kembali ke kabin semua menjadi kacau balau. Ia kerasukan iblis dan menulari tokoh-tokoh wanita lainnya.

      Jujur, sepanjang film ini saya merasa tidak nyaman karena bagi saya film ini kelewat sadis bahkan ketika filmnya sudah disensor oleh LSF sekalipun. Adegan lidah yang di'cutter merupakan adegan yang berhasil membuat saya goyang2 di kursi (bukan, bukan ajojing) dan menutup mata dengan kedua telapak tangan saya. Selain itu adegan memotong lengan dengan pemotong steak elektrik juga meringis.

      Tapi terlepas dari itu, harus diakui sinematografi film ini cukup cantik, terutama ketika adegan akhir ketika hujan darah. Bayangkan hujan darah yang begitu "cantik" dan Mia memakai gaun mini warna merah! Buat saya sih cantik. Selain adegan hujan darah tersebut, saya menyukai adegan di tengah hutan ketika mobil Mia terperosok. Ada kesan suram, seram tapi indah.

     Pujian khusus harus saya alamatkan kepada aktris utamanya, Jane Levy, yang tampil memukau di tengah film yang menawarkan sadisme tak henti. Tatapan mata beserta ekspresi wajahnya ketika memberi tahu kakaknya bahwa mereka harus segera mungkin meninggalkan kabin benar-benar penampilan yang wow buat saya. Dan senyumannya ketika ia dan kakaknya terhadang banjir yang menghancurkan jembatan juga berhasil membuiat saya merinding. Levy bukan tipikal aktris utama di film sejenis yang biasanya membuat karakter mereka menjadi bodoh dan mudah dilupakan.

    Mungkin apabila Levy tidak tampil sememukau itu dan sinematografinya tidak secantik itu, saya yakin film ini hanya akan menjadi film remake horor/slasher yang sampah dan ga akan ada bedanya dengan film "kejar bacok teriak kejar bacok" lainnya. Tidak semenarik versi aslinya, tapi tetap merupakan remake horor yang kualitasnya di atas rata-rata.

Urgh Moment: Ketika binatang entah apa namanya memasuki kelamin Mia

Beautiful Moment: Blood rain with little red dress

Scared-ass-shit Moment: Uncountable!! You can't count it.




Friday, May 3, 2013

Fifty Shades of Grey Movie Casting, Anyone?

          Tunggu sebentar! Saya mohon, jangan hanya karena kali ini saya mengkhususkan diri menulis tentang novel dewasa (dan luar biasa mesum) yang luar biasa sukses ini, lantas Anda menuduh dan menganggap saya juga mesum. Saya tiba-tiba saja ingin membahas tentang versi film novel ini yang sedang dalam tahap penggodokan. Saya pribadi benci sama novelnya karena tidak memiliki inti cerita, tata tulis yang luar biasa buruk dan buruk buruk buruk. Tapi tetap saja versi filmnya sangat saya tunggu karena saya ingin tahu apakah material yang buruk bisa dijadikan sebuah film yang baik tapi tetap panas. Mungkin sudah setengah tahun terakhir, situs-situs film dipenuhi update info terbaru tentang adaptasi novel ini ke film. Otomatis hal yang paling seru dibicarakan adalah siapa yang akan berperan sebagai pasangan terpanas dalam literatur (Nope! Bukan kamu Liz Bennett dan Mr. Darcy), yaitu Christian Grey dan Anastasia Steele. Oke kita mulai dengan Christian Grey.

CHRISTIAN GREY
1. Ian Somerhalder
    
    Saya sendiri tidak terlalu banyak tentang pemain utama serial Vampire Diaries ini, tapi berhubung saya adalah pelanggan tetap acara infotainment Hollywood (yang sayangnya tidak saya lakukan 4 bulan terakhir), saya jadi tahu siapa dia, terutama hubungan asmaranya dengan Nina Dobrev yang hmmm itu. Jujur, ketika membaya Fifty Shades of Grey (yang luar biasa jelek), saya membayangkan sosok Grey ya seperti dia. Rambut legam, tatapan mata yang dalam (Nicholas Saputra dalam Ada Apa dengan Cinta? mungkin?), tinggi semampai dengan tubuh layaknya model runway. Everything that connects with wealthy and sharp-looking-guy kan ada tuh di gambaran Grey dan apa yang Somerhalder miliki secara fisik sangat membuat dia pas berperan sebagai Christian Grey. Pertanyaannya adalah dapatkan Somerhalder berkating dengan baik sebagai Grey yang rapuh, pemangsa dan gelap itu? Yah bukunya sendiri sih ga ngegambarin hal-hal tersebut dengan baik karena terlalu sibuk mendeskripsikan kegiatan seks. Karena Somerhalder belum pernah saya liat main di film bagus, jadi kualitas aktingnya patut dipertanyakan.

2. Michael Fassbender
     
     I knooooooow he's a quite too old for this role. Tapi Fassbender punya apa yang tidak dimiliki oleh Somerhalder, yaitu kemampuan akting!!!! Ah Fassbender apalagi yang mau didebat soal aktingnya, hah? Oke dia mungkin terlalu tua untuk menjadi Grey tapi perannya di film Shame harusnya bisa menjadi referensi bagus kalau Fassbender bisa menjadi seorang "tycoon" pecandu seks yang seksi, menyeramkan, rapuh sekaligus menyedihkan. Just give him Steele and he's gonne rip her vajayjay off. :) Tunggu, siapa bilang Fassbender tidak memiliki fisik yang ada di Grey? Matanya cukup dalam, senyum bisa serem dan he could be tough version of Grey. 

3. Henry Cavill  
    
     He's fresh from Man of Steele suit and he could fly Steele to cloud 9 easily. Cavill si pemeran baru Superman mungkin bisa menjadi kandidat selanjutnya. Secara fisik cukup sesuai dengan penggambaran si Grey. Rambut legam, mata yang dalam walaupun kurang faktor X, yaitu tidak bisa semenggoda Grey. Hal yang dimiliki oleh Somerhalder dan Fassbender tetapi tidak terlalu dimiliki oleh Cavill. Aktingnya belum terlalu banyak untuk dilihat (Man of Steel baru rilis 14 Juni mendatang). Ia bisa dilihat di film 300-ish, Immortals. Mungkinkah dia yang akan memerankan si Grey mengingat namanya sedang panas-panasnya. 

Honorable Mentions: Stephen Amell (Arrow), Armie Hammer, Chris Evans, Alex Pettyfer, Alexander Skarsgaard

Just Forget Them: Robert Pattinson (Horror!), Channing Tatum (Too Boyish)

Need to Remember: Siapapun yang berperan sebagai Grey nantinya, harus siap untuk ditelanjangi secara harafiah, "bergelantungan" dan total dalam kepolosan. 


ANASTASIA STEELE

Yang perlu diingat, gambaran E.L. James (pengarang Fifty Shades of Grey) tentang Ana Steele adalah "menarik". Kenapa? Karena Steele sendiri tidak mengakui dirinya cantik tetapi bagi Grey, ia menggairahkan maka saya asumsikan Steele adalah dalam kategori perempuan menarik.

1. Alexis Bledel
    
    Usianya mungkin boleh saja telah menginjak 31 tahun tapi penampilannya masih seperti di awal 20an. Jujur selama membaca Fifty Shades, saya cukup susah lepas dari membayangkan sosok Bledel. Sosoknya yang imut dan pemalu terlihat cocok dengan gambaran yang tidak percaya diri. fisik Bledel pun seperti mendukung karena ia bukan tergolong wanita cantik tapi menarik. Lagipula kalau ia terpilih berperan sebagai Steele, peran ini bisa menjadi jalan kembalinya Bledel untuk diperhitungkan kembali di Hollywood setelah ia tidak lagi "bertaji" selepas Gilmore Girls dan dwilogi Sisterhood of Travelling Pants serta dapat menjadi cara membuang image-nya sebagai anak baik-baik. Dan sepertinya hal yang menarik untuk melihat Bledel polos

2. Anna Kendrick
   
     Oke, sepertinya Kendrick tidak akan repot-repot untuk memikirkan apakah ia akan mengambil peran ini.  Saya yakin sepenuhnya kalaupun ia ditawarkan peran ini, ia akan menolaknya karena pada dasarnya sepertinya ia lebih menyukai film-film kecil dengan cerita yang menarik daripada film yang ditunggu banyak orang. Tapi jujur loh Kendrick terkadang ada dalam imajinasi saya ketika membaca novel ini. Ia tidak cantik bahkan juga tidak menarik tetapi ada sesuatu dalam dirinya yang membuat kita tertarik. Ia juga terlihat cerdas (perannya di Up in the Air mungkin). Apabila Kendrick memang mengambil peran ini, saya yakin ia akan meningkatkan standar gambaran seorang Anastasia Steele dari yang sudah ada di benak kita semua.

3. Dakota Fanning
    
    Dakota Fanning bagi saya kalah jauh cantiknya dengan adiknya, Elle Fanning bahkan bagi saya Dakota tidak cantik tapi memang dia menarik. Banyak peran telah ia perankan pasca kebesarannya sebagai aktris cilik tetapi belum ada satupun peran yang benar-benar menghapus image-nya sebagai aktris cilik atau belum ada peran dewawanya yang menggigit (Apa? Saga Twilight? Mati aja!). Maka peran Steele bisa menjadi jalan bagi dirinya untuk mengubah itu semua. Saya yakin kegemilangannya ketika cilik masih tersimpan pada dirinya ketika dewasa ini. Tapi jujur, agak serem sih harus liat dirinya tampil polos. 

Honorable Mentions: Shailene Woodley (Mary Jane yang baru di sekuel Amazing Spider-Man mendatang), Kristen Connolly

Just Forget Them: Kristen Stewart (HORROR BUNNY!), Emma Watson (Too Gorgeous)

Need to Remember: Tidak perlu operasi plastik untuk mendapatkan dada Pamela Anderson, perut Gwyneth Paltrow dan bokong JLo. Semakin "mentah" sepertinya semakin baik. :)

-----------------------------------------------------------------------------------------------------

Intinya, saya mengharapkan versi filmnya tetap panas tetapi bisa jaaaaaauh lebih baik daripada versi novelnya yang begitu sampah. Semoga filmnya bisa menjadi thriller gelap yang erotis tetapi masih memiliki estetika dan berkelas. Mungkin bisa menjadi Basic Instinct generasi baru?



Thursday, May 2, 2013

Ulasan Film: IRON MAN 3


Pemain    : Robert Downey Jr., Gwyneth Palthrow, Guy Pearce, Don 
                  Cheadle, Rebecca Hall, Ty Simpkins, Ben Kingsley
Sutradara: Shane Black

       Tony Stark telah kembali! Iya memang secepat itu seakan-akan Stark sudah tidak tahan untuk tampil di layar perak. Iron Man 3 dibuka dengan kisah kilas balik Stark di Swiss, dimana saat itu Stark bertemu dengan Maya, seorang ahli tanaman muda yang sedang mengembangkan sebuah rekayasa DNA yang dapat menyembuhkan luka dengan cepat, dan memiliki "hubungan" singkat layaknya seorang Stark. Selain dengan Maya, dalam kisah balik juga dimunculkan karakter Killian yang merupakan seorang genetis yang merupakan penggemar hasil-hasil penemuan Maya. Dalam kisah balik tersebut, diceritakan Stark mengabaikan Killian, yang pada akhirnya sedikit banyak mempengaruhi sikap Killian terhadap Stark.
      Masuk ke masa kini, Stark ternyata mengalami serangan panik (anxiety attack) akibat petualangan terakhirnya bersama The Avengers sehingga membuat Stark mengalami gangguan tidur yang mengakibatkan ia senang mengutak-atik armor Iron Man-nya yang juga membuat hubungannya dengan Pepper Potts merenggang. Di saat bersaman muncul gangguan terorisme yang ditimbulkan oleh The Mandarin (yang diperankan oleh Ben Kingsley) yang makin memperumit kehidupan Stark terlebih ketika Stark mengumumkan konfrontasi terbuka terhadap Mandarin dengan memberitahukan alamat rumahnya di media nasional. Masalah makin rumit ketika Killian muncul kembali dalam kehidupan Stark, terutama Potts. 
      Jilid ketiga Iron Man ini, bagi saya merupakan sebuah peningkatan yang cukup besar setelah jilid keduanya yang membosankan dan mengecewakan (meskipun Mickey Rourke menarik disitu). Mungkin hal ini dipengaruhi bergantinya posisi sutradara yang kini berada di tangan Shane Black, sutradara yang menggarap film menarik Robert Downey Jr., Kiss Kiss Bang Bang di tahun 2005. Pengaruh Black sepertinya terasa dalam tone warna film, cerita yang sedikit lebih gelap daripada jilid-jilid sebelumnya dan juga humor yang renyah.
       Sebagai film musim panas dengan biaya amat besar, Iron Man 3 adalah tontonan yang sangat menghibur. Adegan aksinya seru. Adegan penyerbuan rumah Stark oleh helikopter-helikopter anak buah Killian berhasil membuat adrenalin cukup terpacu dan menjadi satu-satunya ajang 3D yang terasa bermanfaat (karena selain di adegan ini, tidak ada efek 3D yang tersa maksimal). Kostum-kostum Iron Man yang kali ini banyak jumlahnya dan kini bisa hanya dengan dipanggil dan akan terpasang otomatis. Munkin adegan yang paling sukai adalah pada saat Stark memakai kostum Iron Man dengan cara memanggilnya, bagaimana kostum tersebut terpakai sangat keren. Humor-humor yang ada di sepanjang film ini juga menghibur. Selain adegan tersebut, saya suka sekali dengan ke-bad ass-an seorang Pepper Potts. Bagaimana ternyata ia sekarang juga memakai kostum Iron Man (meskipun tidak disengaja). Potts (Palthgrow lebih tepatnya) terlihat luar biasa seksi dengan kegarangannya itu.
         Downey Jr. tampil dengan baik seperti biasanya. Palthrow dan Cheadle menjadi pemain pendukung yang pas. Begitu Jon Favreau yang bisa menimbulkan tawa setiap kali muncul. Untuk para pemain-pemain baru, yaitu Guy Pearce, Rebecca Hall dan Ben Kingsley juga tampil dengan baik. Pearce bermain layaknya antagonis langganan sekuel dengan pas. Kingsley juga berhasil menimbulkan rasa penasaran ketika ia masih dalam bentuk siaran TV (yang ternyata dengan berjalannya cerita tidak seseram itu, bahkan konyol dan janggal), tetapi mungkin angin segar datang dari Rebecca Hall yang meningkatkan standar kemenarikan dan keseksian seorang peneliti. Ia tidak cantik tapi auranya terpancar.
       Kalau ada kekurangan yang saya rasakan mungkin adalah tampilan Iron Man 3 yang sepanjang film lebih seperti program mahal dari saluran TV anak-anak, Nickelodeon, terlihat sekali produksi di dalam studionya. Mungkin memang disengaja seperti ini. Selain itu, gangguan yang saya rasakan adalah kurang kuatnya dasar seorang Stark mengalami gangguan mental seberat anxiety attack bahkan menurut saya kadang gangguan mental ini hanya terasa seperti bumbu. Jadi saya tidak benar-benar paham kenapa Stark bisa mengalami hal ini. 
       Terlepas dari kekurangannya, Iron Man 3 menetapkan standar tinggi bagi film-film besar musim panas tahun ini. Menghibur dan seru dengan beberapa twist kecil yang menarik sepanjang film.

Saturday, April 27, 2013

Ulasan Film: OBLIVION


Pemain     : Tom Cruise, Andrea Riseborough, Olga Kurylenko, 
                   Morgan Freeman, Melissa Leo
Sutradara : Joseph Kosinski
Durasi      : 124 menit

Perhatian! Mungkin terdapat spoiler dalam ulasan ini. 
    Sebenarnya, saya tidak terlalu ingin menonton Oblivion. Alasan pertama adalah ulasannya di rottentomatoes.com tidak begitu bagus (sekitar 60-an% ketika saya mentonton film ini di bioskop) dan alasan kedua adalah trailer-nya yang tidak begitu memikat. Tetapi entah alasan apa yang menarik saya untuk menonton Oblivion. 
       Oblivion bercerita tentang Jack Harper yang diperankan oleh Tom Cruise yang merupakan seorang teknisi dari sebuah pekerjaan yang dilakukan ketika bumi sudah hancur akibat perang nuklir antara manusia dan "alien" yang disebut 'scavanger'. Setting film ini berada di tahun 2077. Pada saat itu sebagian besar manusia telah pindah dari bumi dan hidup di luar angkasa di dalam sebuah pesawat luar angkasa, yang bernama Tet. Jack bertugas berpasangan dengan Victoria (Andrea Riseborough) yang bertugas semacam operator 'pesawat' yang melindungi Hydro yang mengekstraksi sumber daya bumi yang ada di lautan yang digunakan sebagai sumber daya pesawat ulang-alik tempat para manusia tinggal.
        Pada saat itu, Jack dan Victoria telah menyelesaikan tugas terakhir mereka sebelum bergabung dengan manusia lainnya di Tet tetapi tiba-tiba ketika Jack sedang bekerja, muncul pesawat luar angkasa yang jatuh ke bumi dan ternyata membawa manusia, termasuk seorang wanita yang sangat mirip dengan wanita yang selama ini muncul di mimpinya, Julia, yang dipernakan oleh Olga Kurylenko. Dan dimulailah cerita film ini, termasuk ketika seorang paro baya (yang diperankan Morgan Freeman) muncul di tengah cerita.
        Setelah menonton film ini, saya tidak terlalu memikirkan apa yang dikatakan oleh para kritikus. Bagi saya Oblivion menghibur dan yang pastinya memiliki sinematografi yang nikmat di mata. Selain itu tata artistiknya juga menarik (walaupun terkadang mengingatkan saya akan tata artistik yang ada di Prometheus). Adegan-adegan aksinya pun cukup seru, terutama ketika Jack memeriksa robot pelindung Hydro yang rusak/hilang entah kemana. Ceritanya memang tidak luar biasa, tetapi beberapa 'twist' yang ada di dalamnya cukup menghibur. 
        Tetapi tidak dapat dipungkiri ada rasa WALL-E disana-sini. Robot pelindung yang bisa menghancurkan yang mereka anggap musuh dan pesawat ulang-alik luar angkasa yang dianggap sebagai tempat tinggal manusia. Selain itu juga rasa Moon ada di dalam Oblivion. Saya menangkapnya ada di cerita tentang Jack Harper yang bekerja sebagai teknisi/pekerja kasar di luar angkasda yang berkaitan dengan sumber energi dan juga ada di kloning pekerja. Saya rasa hal ini yang mebuat lemah Oblivion karena membuatnya terkesan tidak orisinal.
        Selain itu cerita melemah ketika mencapai paro akhir ketika karakter Morgan Freeman muncul. Kenapa tiba-tiba Jack mau berkorban dan mengapa para manusia yang tersisa di bumi menganggap Jack sebagai komandan mereka. Selain itu saya meresakan akting Kurylenko yang payah dan agak buruk yang terkadang membuat saya tertawa miris. Bahkan saya tidak melihat pentingnya karakter yang dipernakan oleh Morgan Freeman kecuali ketika akhir film ketika ia menggantikan Julia untuk menghancurkan Sally, robot pemimpin yang menghancurkan bumi.
         Tetapi pada akhirnya, saya tetap menikmati Oblivion karena film ini tetap sebuah film sci-fi yang menghibur yang ketika menontonnya masih tetap memerlukan otak untuk mencernanya meskipun terdapat kekurangan disana-sini.