Wednesday, February 5, 2014

[Pelesir] Petak Sembilan Menjelang Imlek

Sebenarnya terlalu banyak hal atau cerita yang ingin saya tulis untuk postingan terbaru blog saya tapi masalahnya adalah dalam sebulan terakhir, waktu saya cenderung habis untuk nonton film, baca buku, kumpul dengan teman-teman dan pulang ke rumah saya yang ada di Tangsel nun jauh di sana. Belum lagi, menulis bagi saya adalah kegiatan yang mengikuti suasana hati. Belum lagi, cerita-cerita yang ingin saya tulis lebih ke kejadian faktual dan kejadian tersebut telah satu bulan berlalu dan ingatan saya seperti spons. Jadi, postingan terbaru saya akan dimulai dengan kejadian paling menarik yang baru saya rasakan. Kejadian ini adalah perjalanan saya (atau yang tren sekarang ini disebut sebagai blusukan) ke daerah pecinan di Jakarta ketika menjelang Imlek! Yap, Petak Sembilan. Oke, saya sangat yakin mungkin beberapa dari Anda yang membaca blog saya ini bertanya-tanya, “Emang ada ya pecinan (atau kerennya chinatown) di Jakarta?” Jawabannya adalah ADA!! Dan tempatnya bukan di Kampung Cina Kota Wisata Cibubur (yang buat saya membosankan) tapi ada di seberang Glodok, pertokoan yang terkenal dengan barang elektronik dan, ehem, DVD bokep. Kaget ya kalo ternyata pecinan di Jakarta itu ada di tempat strategis yang mungkin Anda sering lewati? Saya bersyukur punya seorang ibu yang seneng jalan menelusuri ibu kota karena dari ibu saya pula, saya mengetahui Petak Sembilan sejak SMA yang berarti sekitar 7-8 tahun yang lalu (yah umur gue ketahuan). Bahkan saya pernah membaca di majalah (Jakarta Java Kini kalo ga salah) kalo Petak Sembilan adalah salah satu pecinan terbesar di dunia (makin kaget kan?)
Kalo Anda ingin tahu petunjuk jalan ke Petak Sembilan ada beberapa cara.
  1.  Yang paling mudah tentu saja kalo Anda membawa kendaraan pribadi sendiri. Anda hanya tinggal menuju ke arah pertokoan Harco Glodok dan parkir di pertokoan seberang Harco (kalo Anda dari arah Sudirman) atau parkir di Harco (kalo Anda dari arah Beos). Lalu berjalan kaki di samping pertokoan seberang Harco. Jalan yang ada di samping pertokoan tersebut. Nama jalannya kalo ga salah Jalan Pancoran. Tapi saya sarankan kalo pergi ketika menjelang Imlek atau Cap Gomeh sebaiknya tidak menggunakan kendaraan pribadi karena kemacetan udah muncul dari setelah Gajah Mada.
  2. Cara kedua adalah dengan menggunakan TransJakarta. Anda hanya tinggal turun di halte Glodok. Ketika Anda berada di jembatan penyeberangannya dan bingung harus pilih kanan atau kiri, Anda tinggal ambil yang kanan lalu turun. Setalah Anda berada di kaki tangga terakhir, Anda tinggal jalan terus hingga berada di jembatan besar penghubung Harco dan pertokoan di seberangnya (saya masih ga tau namanya), lalu Anda belok kiri di jalan samping pertokoan tersebut.
  3. Cara ketiga dan cara yang saya tempuh adalah dengan menggunakan commuter line. Intinya ketika Anda menggunakan commuter line dari jurusan manapun Anda berangkat (mau Bogor, Bekasi, Tangerang, Depok atau Serpong), Anda hanya perlu berhenti di Stasiun Tanah Abang. Lalu Anda keluar stasisun dan naik angkot warna biru yang jurusan Tanah Abang-Kota (kalo ga salah nomor jurusannya 08) lalu tinggal bilang turun di Petak Sembilan. Nah nanti Anda akan turun persis di depan Jalan Pancoran yang memang pintu masuk ke Petak Sembilan. Saya ga tau ongkosnya berapa karena ibu saya yang bayarin (malu ya) tapi kayanya ga lebih dari Rp5.000
Nah tujuan utama saya ke Petak Sembilan pada hampir dua minggu yang lalu adalah untuk wisata kuliner. Iya wisata kuliner di sana meskipun saya Muslim. Tapi tenang aja saya tetap makan yang halal kok. Perlu ditambahkan adalah kebelet nyoba wisata kuliner di Gang Gloria yang terkenal itu. Kenapa? Karena beberapa kali saya ke Petak Sembilan, saya belum pernah mampir ke Gang Gloria karena faktor ibu saya yang agak enggan, takut makanannya non halal semua.
Nah perjalanan saya beserta ibu saya dan seorang teman saya diawali dengan naik commuter line yang pukul 9 pagi dari Stasiun Pondok Ranji dan tiba di Petak Sembilan pada pukul 10 kurang. Ajaib kan bisa secepet itu? Makanya naik commuter line! Nah begitu sampai di Jalan Pancoran, saya langsung menuju Gang Gloria meskipun saya tidak tahu letaknya dimana. Jadi ini petunjuk saya

รจ ketika Anda tiba di Jalan Pancoran, Anda akan menemukan dua ruas jalan yang dibagi oleh kali kecil atau parit. Nah, Anda tinggal ambil lajur kanan, jalan terus hingga Anda menemukan hotel kecil bernama Hotel Fortuna. Nah Gang Gloria ada persis di sebelah hotel tersebut. Jarak dari jalan besar ke Gang Gloria deket banget, mungkin sekitar 200 meter. Kalo Anda masih bingung, Anda tinggal tanya saja ke penduduk sekitar, seperti yang saya lakukan dan mereka kemungkinan besar tahu.

Dan jangan lupakan, dari mulut Jalan Pancoran saja, kemeriahan menjelang Imlek sudah sangat terasa. Banyak mobil yang diparkir di kedua ruas jalan tersebut. Belum lagi warga yang berada di sekitaran jalan tersebut. Bahkan kalo mau jujur, angkot yang kami naiki sampai harus tidak melewati depan Harco tetapi memotong jalan lewat belakang Harco karena jalanan yang sudah mulai macet.
Nah saya yakin, sejak kepala Anda muncul di mulut Gang Gloria, Anda langsung disambut tawara makan berbagai macam jenis masakan oleh para pedagang. Saya pribadi sama sekali tidak tergiur mungkin karena pengaruh saya yang seorang Muslim tapi mungkin bagi Anda yang non-Muslim, saya rasa Anda akan tergiur. Berbagai jenis makanan, mulai dari nasi hainan, nasi tim, mie ayam, gorengan, buah-buahan sampai ketupat sayur tumpah ruah di gang yang kecil dan gelap tetapi sangat menarik itu. Nah tujuan saya adalah langsung menuju ke Kedai Kopi Tak Kie. Tapi setelah saya celingak-celinguk, saya tidak dapat menemukan kedai tersebut. Akhirnya saya menuju ke Kari Lam yang katanya juga terkenal. Letak tempat Kari Lam ada di ujung Gang Gloria. Entah kenapa saya yakin tempat Kari Lam adalah lokasi syuting film Berbagi Suami karya Nia Dinata karena kebetulan saya sangat suka film tersebut jadi sedikit banyak masih hapal dengan film tersebut meskipun sudah lama ga nonton Berbagi Suami.
Saya sengaja tidak sarapan di rumah saat itu karena memang berniat sarapan di Petak Sembilan. Awalnya saya ragu apakah Kari Lam halal atau tidak bahkan sekadar bertanya pun saya tidak enak. Untungnya teman saya berani menanyakan dan kebetulan dia non-Muslim. Nah okenya, bapak penjualnya sangat ramah dan menjelaskan kalo masakan yang dia masak adalah halal. Selain itu, dia juga bilang “kalo mas atau ibu ragu, ga apa-apa, saya ga mau maksa ibu/mas makan masakan saya”. Oke, saya langsung pesan satu porsi kari ayam dengan bihun dan teman saya memesan kari sapi dengan nasi. Lalu ibu saya pesan apa? Ibu saya ragu jadi ibu saya memesan somay.
Rasa kari ayam saya enak tapi ga luar biasa. Hmmm sebenarnya enak sih, saya suka malah karena karinya pas, ga medok dan ga terlalu tipis. Maklum, saya kini bekerja di tanah Sumatera yang masakannya serba medok bumbunya. Kalo masakan, rempahnya kuat, kalo kue, gulanya kayak satu kilo alias manis banget. Jadi menurut saya pas apalagi ini santapan untuk sarapan. Apalagi potongan ayamnya banyak banget dan udah dipotong-potong untuk bisa disumpit dan sekali lahap. Selain itu sudah tidak ada tulangnya. Bihunnya juga pas porsinya. Nilainya 8 deh. Saya ga coba kari sapi yang dimakan teman saya atau somay yang disantap oleh ibu saya. Oya satu porsi untuk kari ayam dihargai Rp32.000, kari sapi Rp38.000 dan somay untuk satu buahnya adalah Rp6.000. Memang mahal.
Kari Ayam

Dari Kari Lam, kami menuju ke Toko Kawi (bukan apotek yang di Mayestik atau Bintaro) yang ada persis di seberang Kari Lam. Tokonya seperti mini market yang jual aneka rupa makanan dan kayaknya terkenal karena sosis/ham babi dari Bali. Ketika saya liat, sosisnya kurus dan kering tapi kok kayaknya enak. >..< Segala macam rupa dijual di toko tersebut. Seperti saya yang membeli selai raspberry murah tapi lumayan enak (Rp14.000) dan kaldu jamur (Rp8.000). Teman saya membeli teh bunga chrysantium dan ting-ting gepuk khas Semarang. Sedangkan, saya lupa ibu saya beli apa aja (maaf ya, Ma). Nah, ada kejadian lucu ketika saya dan teman saya akan keluar dari toko. Jadi ketika saya membayar di kasir, kami melihat ada telur asin yang masih dibaluri oleh abu gosok. Nah karena masih dilumurin abu gosok, kami pikir unik, pasti masih baru dan pasti enak (karena sekali lagi, ini ada di Petak Sembilan). Akhirnya saya dan temen beli telor asin tersebut yang harga per buahnya adalah Rp4.000. nah ketika kami ingin makan telor asin tersebut ternyata ibu saya melihat kami dan bilang kalo telor asin tersebut masih mentah dan perlu dimasak dulu. Jiah, dasar anak kota. Kayak begituan ga paham. Haha. Tapi ketika ibu saya merebusnya, ternyata beneran enak banget. Udah lama saya ga makan telor asin seenak itu.
Nah setelah dari Toko Kawi, kami (tepatnya saya) langsung berusaha mencari dimana Kedai Kopi Tak Kie. Setelah tanya-tanya ke para pedagang akhirnya ketemu juga kedai kopi tersebut. Kalo dari awal Gang Gloria ada di sebelah kanan, kedainya kecil tapi sudah dilapisi kaca. Ketika kami masuk, kami langsung disambut dengan ramah oleh seorang ibu yang sepertinya pemilik kedai tersebut dan langsung menawarkan mau makan dan minum apa. Karena kami baru saja makan jadinya kami hanya memesan kopi saja, saya es kopi dan teman saya memesan kopi panas. Sebenarnya saya tertarik untuk nyoba makanan yang ada di kedai tersebut. Ada nasi campur (yang ini udah pasti ga mau karena pake B2), nasi tim ayam dan bubur ayam. Tapi sekali lagi saya ragu dan akhirnya ibu saya yang menanyakan ke pelayannya apakah nasi tim ayamnya halal. Jawabannya buat saya menarik, “eeeeh (sambil nyengir melas) bagusnya ga pesen bu”. Oh yaudah, jadi tenang kan. Kami seneng sama pedagang yang jujur, saling menghargai dan bukan yang penting laku. Akhirnya pesanan kami datang dan biarpun saya bukan penikmat kopi tapi saya harus akui es kopi yang saya pesen enak banget, kayak ada yang langsung nendang ketika menyeruput pertama kali. Tajam. Di kedai kopinya sendiri dipajang artikel-artikel koran maupun majalah tentang mereka bahkan foto syuting sebuah film yang dibintangi Wulan Guritno dan Widyawati tetapi saya lupa judul filmnya. Oya kabarnya Kedai Kopi Tak Kie ini sudah berusia 80an tahun loh. Luar biasa kan.
Interior Kedai Es Tak Kie

Es Kopi dan Kopi Panas

Nah persisi di luar Kedai Kopi Tak Kie, ada beberapa penjual makanan yang kabarnya enak, yaitu nasi tim dan ketupat sayur. Tapi saya tidak makan karena pertama sekali lagi faktor ketidakyakinan saya akan kehalalannya dan faktor diburu waktu (karena ibu saya ada rencana lain untuk sore itu). Di sekitar kedai kopi tersebut ada juga yang menjual sekba atau bektim yang merupakan jeroan babi yang direbus dengan bumbu (sepertinya). Temen saya yang wajahnya mirip keturunan etnis Tionghoa pun sempat diatawari “koh ayo sekba koh”. Haha. Bahkan temen saya baru tau sekba itu apa dari ibu saya. Haha. Maklum, ibu saya besar di daerah Halim dan memiliki banyak teman dari suku Batak non-muslim ketika SMA, jadi ibu saya sedikit banyak tahu meskipun tidak pernah merasakan makanan B2. Selain masakan tersebut ada juga pioh tauco. Nah seblum saya ke sana kemarin, saya sempat browsing dan baca majalah kalo pioh itu adalah bulus. Anda tau bulus kan? Kalo tidak tau, bulus ada hewan sejenis kura-kura, bedanya bulus memiliki hidung semacam belalai. Kabarnya mengonsumsi bulus baik untuk kulit. Daaaan tepat ketika kami keluar dari kedai kopi Tak Kie, saya melihat pedagang pioh tauco sedang memotong-motong bulus. Dagingnya putih/bening dengan sedikit hijau (mungkin karena faktor tempurungnya). Jujur saya langsung mau nangis ketika itu. Kasian liatnya, ga tega (FYI, sejak beberapa bulan lalu saya melakukan ‘vegetarian week’, yaitu tidak mengonsumsi daging apapun kecuali telur selama satu minggu dalam satu bulan dengan tujuan memudahkan saya menjadi vegetarian lacto-ovo, serius, haha).
Keluar dari Gang Gloria, kami langsung menuju seberang jalan melalui jembatan kecil untuk menelusuri pelataran toko-toko yang ada di sana. Ampun, penuhnya sampe jalan aja susah. Sambil megang erat-erat tas selempang saya karena takut dicopet, saya tidak lupa untuk menikmati kejadian di sekitar saya. Merah meriah. Iya, semua serba merah yang meriah. Lampion, angpao, gantungan pintu, pajangan, kaos yang bergambar kuda (ingat, Tahun Kuda Emas) dan lain-lain semuanya serba merah. Sebenarnya saya ingin beli lampion karena dari pengen punya lampion tapi tetep aja sampai saya pulang mikirnya mau ditaro dimana lampion tersebut. Saya juga hampir beli kaos karena tergiur harganya yang Rp100ribu untuk tiga kaos tapi setelah saya liat-liat gambarnya tidak ada yang menarik. Yang dijual di sepanjang pelataran bukan cuma perlengkapan Imlek tetapi juga barang lain seperti snack (termasuk permen susu White Rabbit yang terkenal itu) sampe payung (yang ibu saya beli) dan garukan punggung (yang saya beli). Bahkan ada yang jual DVD bajakan yang mayoritas dagangannya adalah serial atau film Mandarin. Jangan lupakan juga tetap ada toko pengobatan tradisional Cina.
Suasana Sepanjang Jalan Pancoran, Petak Sembilan

Karena ternyata berdesak-desakan meriah itu juga melelahkan dan menyebabkan saya lapar lagi. Alasan. Akhirnya saya menemani ibu saya yang belum makan berat dan kami berakhir di tukang bakso yang sudah ketiga kalinya kami datangi selama kunjungan kami ke Petak Sembilan. Sebenarnya yang jual ga sendiri tapi ada tiga orang kalo ga salah. Letaknya ada di ujung pelataran toko yang berakhir di pertigaan sebelum memasuki wilayah Asemka. Benar-benar di ujung persis di depan toko snack. Cukup lihat antrian pembelinya. Biarpun dandang yang menampung baksa hanya berjumlah satu tapi jangan tanya antiannya, gila, rame banget. Baksonya sendiri ga cuma satu dandang itu saja tapi tetap diisi ulang. Harga satu porsinya Rp10ribu berisi 9-10 bakso berukuran kecil dan bihun. Rasanya buat saya enak walaupun kayak bakso biasanya tapi mungkin karena murah, sensasi ngantrinya dan sensasi makan di bawah pohonnya yang bikin tambah enak. Tips saya untuk membeli bakso ini, di sini tidak kenal antri, jadi ya harus tega. J

Suasana Penjual Bakso di Ujung Jalan Pancoran


Nah tidak jauh dari tempat bakso, ada penjual makanan dan minuman lagi (iya, ini kan Petak Sembilan). Ada pedagang rujak juhi, cincau dan es tebu. Tepatnya ada di ujung mentok pertigaan di sebelah tempat bakso. Seberang serongnya si tempat bakso lah. Nah bapak penjual rujak juhi ini juga udah beberapa kali saya dan ibu saya kunjungi. Kalo ada yang belom tahu rujak juhi itu apa, rujak juhi itu makanan yang terdiri dari sayuran seperti selada, kol, kentang dan ditaburi juhi atau sotong panggang yang sudah digepuk lalu disiram bumbu kacang. Rasanya enak banget!!!! Satu porsi harganya Rp15ribu. Di Gang Gloria juga ada rujak juhi harganya Rp20ribu tapi saya pribadi lebih suka rujak juhi yang deket bakso karena yang di Gang Gloria agak keras juhinya. Nah kalo Anda haus di sebelahnya ada es cincau hijau yang harganya Rp4ribu dan es tebu yang harganya sama kalo ga salah. Es cincaunya enak, ga kayak cincau kebanyakan di jaman sekarang yang kerasa pengawetnya. Saya saat itu tidak minum es tebuna karena kenyang tapi ketika nemenin temen saya makan rujak juhi, saya liat wadah sari tebunya dikerubungi tawon-tawon kecil. Pertanda tebu yang bagus banget kan? Oya ketika saya makan bakso, ada dua orang temen saya yang ikut gabung pelesir di Petak Sembilan. Jadi sekarang kami berlima.
Nah kalo perut Anda masih sanggup di seberang serong rujak juhi (atau berlawanan dengan bakso) ada kedai pempek yang lumayan enak seingat saya, cuma saat itu saya ga kesana karena sudah kelewat kenyang (yaiyalah, satu porsi kari ayam, bakso dan setengah porsi rujak juhi). Kedai pempek tersebut juga rame dan harganya tidak terlalu mahal. Plus kalo Anda suka membaca, tepat di depan kedai pempek dijual banyak sekali majalah bekas, buku pelajaran bekas dan buku umum lainnya yang tentunya juga bekas. Saya ga tau kisaran harganya karena memang ga pernah minat kalo ke sana padahal saya suka baca loh.
Nah berhubung ibu saya capek akhirnya ibu saya numpang duduk di bapak rujak juhi sedangkan saya dan ketiga teman saya menuju Asemka yang memang lokasinya berdampingan dengan Petak Sembilan. Nah, saat itu saya bilang kalo di Asemka ini dijual parfum KW yang murmer yang ketika saya SMA dulu harganya cuma belasan ribu per botol. Iya per botol yang saya maksud di sini adalah yang ukuran 100 ml, ukuran standar parfum beneran. Botolnya pun sama dengan botol parfum aslinya bahkan sampe ke kardus kemasannya. Yah tapi maklumin aja kalo wanginya cm tahan 1-3 jam. Haha. Tapi setelah keliling di dalam Asemka (yang gedungnya udah sangat amat mengerikan saking tuanya), kami  tidak berhasil menemukan yang menjual parfum KW200 ini (saking murahnya jd KW200) karena kami hanya menemukan toko parfum yang asli. Kemanakah penjual-penjual parfum dulu itu? Sejauh kami lihat, yang ada hanya pedagang aksesoris perempuan (yang banyak banget jumlahnya), kosmetik atau alat rumah tangga. Kami menyerah dan keluar. Tapi dasar anak muda, kami masuk lagi dan mencari. Akhirnya mata saya menangkap kemasan-kemasan parfum di toko kosmetik. Insting saya mengatakan itu dia parfum KW200 yang kami cari. Setelah ditanya ternyata benar. Harganya sekarang sudah Rp20ribu per botol (tetep muraaaaah banget). Akhirnya saya membeli dua parfum, yang pertama Clinique Happy dan Carolina Herrera 212 for Men. Kami membeli tanpa tau wanginya seperti apa karena disegel dan ga bisa dibuka. Kami Cuma beli berdasarkan kemasan kardusnya. Haha. Lagipula kami mikirnya, ah persetan wanginya kayak apa yang penting 20rebu!!! Bahkan saya yakin harga parfum non alkohol di pelataran masjid ga semurah itu. Haha.  
 Parfum KW200 yang Saya Beli

 Selepas dari Asemka kami kembali lagi ke tempat bapak rujak juhi tempat ibu saya menunggu. Omong-omong, saya baru ngeh ketika temen saya bilang toko di Asemka rata-rata tulisannya ‘Toko Tiruan A’ atau ‘Toko Tiruan B’ yang artinya tiruan suatu merk. Ckckck. Haha. Setau saya juga kalo Anda terus berjalan menuju arah lain Asemka (ke arah fly over), Anda akan menemui toko-toko perlengkapan anak-anak yang murah, baik untuk sekolah maupun perlengkapan ulang tahun.

Setelah dari Asemka, kami bingung mau kemana lagi, akhirnya kami menuju Jalan Kemenangan III untuk melihat-lihat Wihara Dharma Bakti. Nah berhubung kami semua tidak ada yang tahu dimana letak wihara tersebut akhirnya kami bertanya kesana kemari. Awalnya kami bertanya ke seorang hansip yang memang sedang berjaga di Jalan Pancoran dan ternyata arah kami sudah benar. Jadi kami melewati sebuah gang persis sebelum restoran AW (kalo Anda dari arah Glodok, tapi kalo dari arah Asemka maka gang tersebut setelah restoran AW). Wow ternyata di gang ini juga dijual berbagai macam makanan bahkan buat saya pribadi jauh lebih menarik daripada Gang Gloria. 
Yang dijual disitu banyak banget. Mulai beberapa masakan yang ada di Gang Gloria, seperti ketupat sayur atau mie ayam sampai makanan mirip dim sum yang saya lupa namanya tapi terlihat enak banget karena banyak yang ngantri tapi sayang sekali lagi mengandung B2. Akhirnya, ibu saya beli gorengan dari buah cempedak. Jarang-jarang kan makan cempedak tapi saya harus akui harganya kelewat mahal, yaitu Rp7.000 tapi emang enak sih. Lalu ada juga penjual kue kering yang mebuat saya terpikat dengan tampilan nastarnya. Sangat cantik tapi sayang mahal banget harganya, satu stoples standar seharga Rp110.000. Lalu saya membeli kue yang kata penjualnya namanya kue roda. Bentuknya seperti bakpia tapi dalam ukuran raksasa. Pilihan isinya macam-macam, mulai dari yang standar seperti cokelat sampai yang unik seperti yang saya beli, yaitu rasa cempedak. Harga satu buahnya Rp15ribu. Dan rasanya enak banget dan ga terlalu manis. 
Kue Roda Isi Cempedak

          Ternyata perjalanan kami untuk ek Wihara Dharma Bhakti belum selesai juga dan kami tidak tau kemana arah jalannya. Akhirnya kami bertanya kepada warga yang ada di sekitar gang tersebut. Mereka bilang banyak sekali wihara di daerah tersebut, lalu saya bilang Wihara Dharma Bhakti dan mereka langsung tahu dan menjelaskan dengan ramah sekali. 
           Setelah tiba di ujung gang den menemukan pertigaan, kami berbelok kanan dan ibu saya tidak ikut ke wihara karena capek. Nah ternyata di jalan yang lebarnya tidak seberapa ini merupakan pasar kecil karena banyak sekali dijual kebutuhan memasak mulai dari sayur mayur hingga beberapa jenis hewan seperti kodok yang masih hidup dan teripang. Saya dan teman-teman saya awalnya tidak begitu tahu hewan tersebut (kami tahu teripang tapi tidak ngeh tepatnya). Tiba-tiba ada pedagang yang bilang kalo yang mereka jual itu *piiiiip*. Saya ga tau artinya apa tapi kebetulan dua orang temen saya tinggal di Bandung dan Kuningan jadi mereka tau artinya. Artinya adalah alat kelamin pria. Oh. Saya pernah denger deng kata tersebut tapi ga inget. 
         Sampailah kami di Wihara Dharma Bhakti. Hmmm pemandangan pertama yang saya dasari adalah banyaknya jumlah pengemis. *sigh* Seingat saya wihara tersebut terdiri dari 4 bangunan. 3 bangunan untuk ibadah dan satu bangunan untuk klinik. kami berempat langsung masuk ke bangunan yang paling kan dan paling besar. kami hanya melihat-lihat wihara tersebut tapi ada beberapa warga yang sedang beribadah dan juga orang yang sedang mengambil foto. Saya sendiri memutuskan hanya akan mengambil foto di luar wihara, tidak di dalam karena prinsip tempat ibadah tapi saya yakin pengurus wihara memperbolehkan kita untuk mengambil foto karena dua orang fotografer yang sedang mengambil foto sedang dijelaskan oleh seseorang tentang interior banguna tersebut. Oya di dalam wihara tersebut sedang dilakukan pemugaran untuk menyambut imlek dan banyak lilin raksasa yang masih dibungkus kertas cokelat. Saya sendiri hanya memasuki satu bangunan di lingkungan wihara tersebut karena saya takut salah masuk, takutnya hanya untuk yang ibadah saja dan takut salah tata caranya. Intinya ketika saya melihat-lihat eksterior wihara tersebut, saya merasa sedang di oasis di tengah Jakarta yang padat dan rumit. Ada ketenangan di dalamnya meskipun saya seorang Muslim. 

Satu-satunya Bangunan Wihara yang Saya Masuki



         Perjalanan saya dan seorang teman berakhir di wihara tersebut karena saya harus mengantar ibu saya ke Pasar Blok A. Ada satu kejadian yang lucu ketika kami kembali dari wihara dan ingin bertemu ibu saya, yaitu kaki saya terlindas bajaj. Auuw! Sakitnya lumayan sih tapi ga kerennya itu loh, kelindes bajaj. Jadi ceritanya saya bisa kelindes bajaj adalah jalan yang begitu sempit dan banyak motor yang lalu lalang sehingga membuat bajaj kesulitan untuk lewat akhirnya saya yang jadi korban.
        Intinya perjalanan saya ke Petak Sembilan tersebut amat sangat berkesan bahkan saya mengakui sebagai salah satu hal paling menarik yang pernah terjadi pada saya. Bahkan ketiga teman saya bilang kalo mereka ke Jakarta lagi, mereka akan menyempatkan diri ke Petak Sembilan. Saya seneng banget teman-teman saya bilang gitu. Maklum mereka ke Petak Sembilan atas ajakan saya dan kebetulan mereka berasal dan bekerja dari tiga propinsi yang berbeda. Saya juga belajar banyak tentang toleransi dan sadar kalo toleransi beragama itu memang luar biasa indah. Betapa ramah sekali warga sekitar Petak Sembilan kepada kami. Benar-benar membuka mata dan pikiran banget. Saya bisa bilang kalo akhirnya saya seneng jadi orang Indonesia kalo kita punya tempat seeksotis Petak Sembilan beserta kebudayaannya yang menarik yang tak lekang zaman dan dipenuhi warga yang ramah. 
         Sudah pasti saya akan ke Petak Sembilan lagi di masa yang akan datang dan saya berharap Anda juga mau untuk menyempatkan diri berkunjung dan menelusuri salah satu oasis di Jakarta tersebut. Andaikan ada kaos putih bertuliskan "I Love Petak Sembilan", sudah pasti akan saya kenakan kemana-mana. 


Thursday, November 21, 2013

Mengonsumsi Kennedy

       Tahukah Anda kalo November tahun ini menandakan 50 tahun penembakan John F. Kennedy? Saya sendiri baru ngeh tentang hal ini ketika saya menonton film berjudul "Parkland" pada minggu lalu. Film ini disutradarai oleh Peter Landesman, seorang wartawani New York Times yang banting setir menjadi sutradara dan penulis naskah film. Film ini berkisah tentang hari penembakan Kennedy dan tiga hari setelah kejadian tersebut. Mayoritas cerita terjadi di Parkland Memoriam Hospital tempat JFK ditangani tidak lama setelah penembakan terhadap dirinya terjadi. Film ini dibintangi nama-nama besar seperti Billy Bob Thornton (penampilan yang menarik), Paul Giamatti, Marcia Gay Harden (penampilan yang cukup menonjol meskipun minim dialog), Zac Efron, Jacki Weaver (too theatrical) dan James Badge Dale (brilian).
       Disini saya tidak terlalu ingin membahas tentang film tersebut tetapi lebih ingin membahas tentang sebenarnya seberapa besar kejadian pembunuhan Kennedy terhadap orang-orang yang ada di sekitar kejadian tersebut? Bukan hanya dampak terhadap Jackie Kennedy dan keluarga Kennedy tetapi juga terhadap keluarga Harvey Lee Oswald termasuk terhadap kehidupan Abraham Zapruder, seorang warga biasa yang tidak sengaja merekam bagian paling memilukan dalam kejadian tersebut. 
        Pada saat film usai, sebagaimana kebanyakan film yang mengklaim diri mereka sebagai "Berdasarkan Kisah Nyata" atau "Terinspirasi dari Kisah Nyata", Parkland juga menampilkan kehidupan beberapa karakter utama dalam film tersebut. Seperti misalnya Abraham Zapruder (Paul Giamatti) yang dalam film tersebut dikatakan setelah kejadian tersebut tidak lagi menggunakan kamera yang ia gunakan untuk merekam kejadian tersebut dikarenakan begitu traumatisnya kejadian tersebut pada dirinya. Atau bagaimana Robert Oswald (James Badge Dale), kakak dari Harvey Lee Oswald, tetap tinggal di Dallas di rumahnya yang sama pasca kejadian tersebut. Di bagian akhir film tersebut diceritakan ternyata seluruh gereja dan pemakaman di wilayah tempat tinggal Harvey Oswald menolak untuk memakamkannya, termasuk melakukan misa sehingga akhirnya terdapat pendeta yang berbaik hati (iya, bagi saya baik hati) mau melakukan misa terhadap Oswald meskipun pendeta tersebut sudah lama tidak melakukannya. Jujur kejadian ini membuat saya sangat sedih. Begitu bencinya masyarakat AS saat itu kepada Oswald sehingga tidak ada yang mau menerima dirinya untuk dimakamkan. Bahkan polisi yang menemani Robert Oswald berkata pada dirinya "Apabila benar adikmu yang melakukannya, jika saya jadi dirimu, saya akan berkemas dan pergi jauh dari sini dan tidak kembali lagi bahkan untuk mati sekalipun." Sudah terbayang bukan betapa kelamnya hari yang harus dihadapi Robert Oswald?
       Lalu baru tadi malam saya membaca artikel di New York Times yang berjudul "Harvey Lee Oswald was My Friend". Isinya merupakan tulisan Paul Gregory tentang kenangannya, khususnya ayahnya Peter Gregory, bersama Harvey Oswald dan keluarganya. Ayah dari Paul merupakan penerjemah bagi Secret Service ketika mereka menginterogasi Marina Oswald (istri dari Harvey Oswald) yang pada saat itu belum lancar berbahasa Inggris karena ia merupakan orang Rusia. Pada akhir artikel, Paul menjelaskan bahwa ia telah menghubungi kembali Marina dan Robert Oswald (keduanya masih hidup hingga kini) untuk dimintai kembali keterangannya untuk artikel tersebut. Tetapi keduanya menolak bahkan Marina tidak membalas sama sekali. Saya berasumsi bahwa mereka terlalu lelah dengan kejadian 22 November 1963 tersebut. Begitu lelahnya sehingga mereka tidak ingin membahasnya sehuruf pun. Suatu hal yang bisa saya pahami atau bahkan kita semua dapat pahami.
      Kelelahan akan atensi publik yang berlebihan saya yakin juga dirasakan oleh Caroline Kennedy, anak sulung JFK dan Jackie. Seberapa sering kita lihat ia ada di hadapan publik? Penampilan publiknya yang terakhir saya ingat adalah ketika ia tampil dalam konven Partai Demokrat yang mencalonkan kembali Obama sebagai presiden. Saya tidak terlalu ingat, tapi sepertinya ia makin menarik diri setelah adiknya, JFK Jr. hilang di perairan Atlantik bersama istrinya dan kakak iparnya.
      Jujur, apabila saya Caroline, saya tidak akan tahan juga berada di khalayak banyak. Begitu banyak buku yang diterbitkan yang membahas orang tuanya dan segala konspirasi kematian dan skandal yang kabarnya dilakukan ayahnya. Belum lagi video dokumenter yang menayangkan detik-detik ketika ayahnya di tembak di Dallas, Texas. Begitu sering video tersebut diputar ulang terutama di bulan November seperti ini. Sakitkah hati Anda apabila melihat hal tersebut? Ayah yang membesarkan Anda. Belum lagi film, seperti miniseri The Kennedys yang menceritakan keluarga Kennedy sejak JFK muda hingga Bobby Kennedy tewas. Miniseri ini bahkan sampai batal ditayangkan di AS karena adanya keberatan dari pihak keluarga Kennedy. Apabila Anda menonton miniseri ini makan paham mengapa mereka keberatan. Bahkan sbaru saja tayang film TV yang berjudul Killing Kennedy yang menceritakan tentang penembakan JFK. Film ini dibintangi oleh Rob Lowe dan Ginnifer Goodwin.
       Saya pribadi cukup terobsesi terhadap keluarga Kennedy terutama Jackie tapi "produk Kennedy" yang saya nikmati hanya yang terkait kisah non-skandal mereka, seperti buku 'Reading Jackie' dan 'Mrs. Kennedy and Me'. Selain itu bagi saya melelahkan. Sejuta konspirasi bisa saja terus diciptakan bagi Kennedy tapi saya tidak begitu tertarik. Sejuta konspirasi tidak akan pernah cukup bagi yang selalu lapar akan konspirasi.
      Bagi saya, manusia pada dasarnya menyukai drama yang menghinggapi kehidupan orang lain terlebih figur publik tapi bukankah eksploitasi yang dialami JFK, Jackie dan kedua anaknya sudah lebih dari cukup? Saya bukan warga AS tapi saya merasakan bahwa JFK membuka jalan terhadap perubahan ke arah yang lebih baik bagi warga AS. Maka dari itu bukankah sudah saatnya kita berhenti mengonsumsi Kennedy? 
       

Wednesday, November 20, 2013

10 Most Attractive Women in Recent Memory

Hmmm, I don't know why I want to make a list about "Attractive Women", maybe I just got bored and did fantasizing a little bit. For me, attractive is not always big boobs, tight butt and blonde. Attractive is something that can amaze me and make me breathless but also feel comfortable. Someone who should be nice to look at but also still smart and classy (do you hear that Jessica Iskandar?). So this is 10 Most Attractive Women in my definition who could make me obsessed with them.

10. Rashida Jones
      She's not just a daughter of music mogul, Quincy Jones, but she's totally smart, funny and cool girl. I think she's a real role model for young girl how to be an independent woman. Her influence maybe is not as huge as Beyonce or Miss Swift but hey she can write script for a nice film, "Celeste and Jesse Forever" (she even received Best Sreenplay nod on Independent Spirit Awards). How many attractive could do such thing like that. She's sexy without often showing her skin or cleavage.


Yes, you can be sexy like her.
 photo tumblr_lxkjqmTjKw1qi6d7ao1_500_zpsc5e7a450.gif


Yes, you can.

 photo 200_s_zpsadf61008.gif


9. Ellen DeGeneres
    I know she's a lesbian but who really cares. She's funny without hurting people. She's cool. She's amazing. She's beyond Oprah (yeah, that generous lady).

 photo tumblr_mgqo1lkt6K1qgzxcao1_500_zps958ddcd3.gif

I know Oprah is great. Totally great.
 photo 1361_zpsa676d3bc.gif
Thank me later.
    But come on, giving people cars or taking them to Australia for free is totally boooring, Mrs. Winfrey. People needs more fun just like Ellen gives us.

 photo tumblr-mgdgilqr3g1r0pizwo2-r1-501_zpsedcb4ad4.gif

8. Aishwarya Rai
    Hmmm, honestly I never watch her movies, not even one. I just don't like Bollywood movies. It's too long duration with frustration plot. But when it comes to its female stars, I can talk all night long and on the top of the list is Aishwarya Rai. I believe she's one of the descendants of Cleopatra. When you see her, it's like seeing her coming from the kingdom of God. So grace.


By seeing her photos, it can make you dance under heavy rain.


No, not that one, you perv!! This one.

 photo tumblr_m96nt62hpl1r5na0fo1_500_zps3bb1abe7.gif


7. Sofia Vergara
    I think I have special fondness with funny ladies or even people in general. Sofia Vergara is one of them. Okay, maybe it's Julie Bowen who received two Emmys for Outstanding Supporting Actress but for me Vergara is the brightest star of Modern Family. She knows how to deliver sexy, funny but classy performance at the same time.

 photo Sofia-Vergara-GIF-14_zps67c62759.gif

More than that, she's a babe. Hot. Hot. Hot. And pretty as well.


Va va vooooom!!! Motorboating, anyone??? 

6. Amy Poehler
    For very long time, she looks like a sidekick of Tina Fey. Poehler is totally underrated. Just because Fey's impression of Sarah Palin was totally perfect and hilarious that doesn't mean Poehler has to be overshadowed by her BFF (I love Fey though).

 photo really-amy-poehler_zps98ba026f.gif

She is a real deal even I love her more than Fey and I'm not okay with all of this.

 photo amy-2_zps9de8ddde.gif

Without her saying much words, I could easily laugh just looking at her face. She's so funny.

 photo tumblr_mdhkhlSzrl1qcm0m3o1_500_zps5cf7cf18.gif

I could stay with her all night long.

 photo tumblr_inline_moqo1rGsSz1qz4rgp_zpsa3f30977.gif

No, I won't. 

5. Carla Bruni
    French ladies always on the top list of sexy ladies for me. Their attitude, their style and their figures. Carla Bruni is the most perfect example. Brunette (I don't really like blonde), former first lady of France and super stylish. I mean not the old days of her. Not this one.


But this one. 


So royal, right? Even Madonna wanna be like her. Just my guessing :)

 photo tumblr_lxr2f7tS7t1qkr2jio1_400_zpse17abcfb.gif

    4. Jessica Chastain
        AAAAAAAAARGHH, basically I just love redhead with porcelain face. The first time, movie lovers caught her face when she appeared on The Tree of Life, so did I. On that movie, she looks like an angel coming down from heaven and gives us peace till the end of the time. Her classic beauty is beyond dictionary. Since then I just love her talent and her figure.


Classic Beauty. 

 photo tumblr_mdpavox6JE1r5r8duo1_500_zps1df9ae2a.gif

NO!! I'm gonna hop on YOU on this very second!!!!


    3. Charlize Theron
        Charlize represents ladies whom we call as Greek godesses. Her body and of course, her face. Okay, her body perhaps is not like Megan Fox's but who cares???? Even though she has flat and straight body but we can still call her as sexy. Sexy is not always big boobs and tight butt. Her face? No need further explanation.


Enough? How about this one??

 

Still fabulous, right ? 50 years from now, people will still remember her as one of beauty icons alongside Grace Kelly, Liz Taylor, Jackie Kennedy and Princess Diana. I guarantee you. You, girls, are so damn jealous of her, aren't you?     

 photo tumblr_m4knwp7ycW1qfsy6io1_500_zpsabdeffae.gif


There is no term "Life is so hard" for her, right????

     2. Jessica Lange 
         Everytime I see her on her early days, I always find her bland. But since she appeared on the first season of American Horror Story, she caught my brain. Since then, I was totally brainless everytime I see her. She is now 64 years old but she can still make me breathless or....

 photo tumblr_m2rcicM6ZF1r3zat8_zpsbe450d5c.gif

Yes!!! I think every time I feel a bit sad, I will replay American Horror Story and enjoy her performance even on her nun outfit and talking about Bible.

 photo tumblr_mi6aa8uhPB1rtga38o1_500_zpsdefd60aa.gif 

 But her performance as classy mega-bitchy witch on season 3  which really turns me on.  

 photo tumblr_muocmvYQvJ1qa4cp2o1_400_zps92724bf2.gif


Or whenever she becomes mad. She looks very hooooooooot!!! I don't care about her wrinkles or being her boy toy. Oh God sweet Jesus.

 photo tumblr_mqaxixmnuC1sa4oc3o1_500_zps14bf0a1c.gif


 1. Christina Hendricks
       Oxford should make definition sexy as "CHRISTINA HENDRICKS". Why? Because there is nothing wrong about her. 


Porcelain Faced Lady


Uber hot and cute redhead. (with that hat!!!!)


Her body is something really rare on today's Hollywood.

 photo 5uyJ2_zpsc3bcf854.gif

Okay, once more. 

 photo 1_123125_123050_2240796_2270148_101012_cb_animatedgifofchristinahendricksbuttgifCROPoriginal-original_zps4aa4f21f.gif

Enough enough enouuuuugh!!!!!! *shut down the computer* 

Thursday, July 18, 2013

Jenis Penonton Film di Bioskop yang Anda Harapkan Tidak Pernah Ketemu

         Sebagai pencinta film, menonton di bioskop adalah suatu hal yang lumrah bahkan wajib hukumnya bagi saya. Kenikmatan menonton di bioskop tidak ada tandingannya dengan tempat menonton lainnya, seperti lewat DVD, laptop bahkan nonton bareng dengan suatu komunitas (kalo Anda tinggal di Jakarta, coba cek jadwal reguler tiap bulan di Bentara Budaya Jakarta, Palmerah, mereka secara rutin mengadakan acara pemutaran film). Di bisokop, kita akan memperoleh layar yang sangat besar (tentunya) apalgi jika kita menonton lewat versi IMAX. Tapi entah kenapa hal yang paling nonton di bioskop itu adalah suaranya yang menderu-deru lewat pengeras suara. Tapi bagaimanapun seasik-asiknya menonton di bioskop, pastinya juga ada kekurangannya, termasuk jika kita berbicara tentang jenis-jenis penonton bioskop. Jenis-jenis yang saya bicarakan adalah jenis penonton yang menyebalkan dan sering mengganggu kenikmatan kita dalam menonton. Inilah beberapa jenis yang sering saya temui dan saya benci sekali sehingga saya ingin memusnahkan mereka dari muka bumi!

Jenis #1 -> Ngobrol di handphone atau dengan temannya sesama penonton
     Jenis ini adalah jenis penonton yang menganggap studio bioskop adalah milik dirinya sendiri sehingga cocok dijadikan untuk tempat berbagi cerita, bergosip maupun transaksi bisnis. Yang paling ganggu dari jenis penonton ini adalah ketika mereka sudah bergerombol (biasanya anak muda) dan membuat keributan sendiri dan keributan itu tidak ada kaitannya dengan jalan cerita film. Mereka cekikikan ketika suasana film menegangkan. Mereka teriak-teriak ketika suasana film sunyi. Ha, ga punya otak. Saya punya pengalaman dengan jenis yang satu ini yang masih saya ingat. Jadi ketika itu, saya dan ibu saya sedang menonton film Modus Anomali (zonk!) di Bintaro Plaza. Modus Anomali bisa dibilang adalah film yang minim dialog dan tergolong "sunyi". Lalu beberapa baris di depan kami terdapat rombongan penonton yang saya kira saat itu adalah anak-anak SMA. Bayangkan mereka cekikikan, pindah-pindah tempat duduk dan heboh sendiri, sehingga yang seharusnya saya tegang karena filmnya tapi malah tegang karena tensi saya. Diperparah seperti yang saya bilang kalo Modus Anomali adalah film yang sunyi jadi suara berisiknya mereka jadi makin jelas. Saya dan beberapa penonton bukan tidak berusaha mencoba membuat mereka diam karena kami sudah "ssstt sssstt" mereka berkali-kali tapi tanpa hasil karena mereka yang dasarnya dablek. Akhirnya setelah hampir 3/4 jam saya menahan sabar dan kesal, saya menghampiri mereka untuk diam. Alhasil tindakan saya berbuah manis karena setelah itu mereka benar-benar diam. Bahkan ketika film sudah selesai, mereka seperti curi-curi pandang ke arah saya. 
      Pernah juga saya sedang menonton Life of Pi di EX, ada penonton mba2 di sebelah saya yang ngangkat telepon di tengah film. Lumayan lama ngobrolnya. Saya sudah melakukan "ssst" tapi dia ga gubris juga. Anda tahu apa yang saya lakukan selanjutnya? Saya seperti menekan lengannya dengan jari saya dan hampir mencubit dia sambil bilang "Bisa dimatikan ga? Ganggu soalnya". Akhirnya tidak lama kemudian, dia matikan handphone-nya.
       Anda mungkin berpikir saya kejam tapi sekarang gini deh, saya sudah mengeluarkan uang paling ga Rp30ribu-40ribu untuk sekali nonton dan itu bukanlah jumlah yang sedikit. Dengan mengeluarkan uang sejumlah itu tentunya kita mengharapkan suasana menonton yang nyaman bukan untuk mendengarkan orang lain ngobrol ngarol ngidul tanpa perasaan dan etika. Kalo jenis penonton ini mau ngobrol dan membuat keributan, kenapa harus di dalam bioskop yang dibuat untuk menonton film. Kenapa ga mereka ngobrol di luar aja tanpa ganggu orang?

Jenis #2 -> Datang terlambat
       Oke, jenis ini mengganggu hanya ketika mereka lewat di depan kita persis. Iya itu saya akui. Tapi tetep aja ganggu kan? Tapi begini, bukankah di tiket bioskop sudah tertera dengan jelas jam tayang film yang akan kita tonton? Belum lagi sebelum Anda membeli tiket, Anda sudah diminta memilih jam tayang di loket. Jadi kenapa mesti ada alasan telat? Mungkin belinya mepet. Mungkin dia ada perlu sebelum nonton. Tapi bukankah semua itu sudah bisa disiasati. Kalo beli mepet, kenapa ga cek dulu jadwalnya di situs bioskop? Kenapa ga berangkat ke bioskop lebih awal? Kalo ada keperluan, kenapa juga tidak berangkat lebih dulu jadi menyelesaikan keperluannya ga perlu mepet-mepet. Jangan alasan intinya.
      Lebih parahnya, seringkali yang telat ini suka berlama-lama cari tempat duduk mereka. Mungkin mereka jarang nonton bioskop jadi ya gitu deh, kampungan. Kan di awal setiap baris ada yang namanya penanda barisan beserta nomor kursi. Jadi kenapa harus berlama-lama? Parahnya mereka ini seperti menerawang jauh sambil mengira-ngira yang mana kursi mereka. Di dalam studio gelap loh. Lagipula bukankah ketika membeli tiket sudah jelas kursi mana yang akan mereka beli. Posisi kursi di layar loket dan di dalam studio sudah sangat disesuaikan. Misalnya ada memilih kursi B16 itu berarti di layar ada di sebelah kanan Anda dan ketika masuk ada di sebelah kiri Anda. Gampangnya posisikan diri Anda sebagai proyektor film.
     Tapi ada yang lebih parah daripada yang dateng telat terus cari-cari tempat duduk, yaitu dateng telat terus cari-cari tempat duduk dan ternyata kursinya sudah diduduki oleh penonton yang lain yang mengira itu adalah kursinya. Hebatnya lagi kalo kursinya ada di tengah dan Anda duduk di sebelah mereka. kebayang kan? Jadilah paket kombo. Jadi yang dateng telat harus mengkoreksi yang sudah menduduki kursinya, terus dia keluar barisan menunggu yang salah pindah tempat baru yang telat duduk di kursinya. Apalgi kalo pake adu argumen dulu. Ribet kan? Percaya deh, saya pernah mengalaminya dan kalo saya Bruce Banner, saya udah berubah jadi ijo dan ketika sudah ijo, niscaya tidak akan senikmat cendol. 

Jenis #3 -> Main handphone
     Okay, jujur aja, saya sudah mulai terbiasa dengan kerlap-kerlip lampu layar handphone. Tapi tetep loh sinar-sinar ini ganggu. Jadi untuk yang satu ini saya tidak ada pilihan. Sebenernya ada pilihan yaitu menotnon di blitzmegaplex (bukan promosi) karena seingat saya setiap kalo masuk studio di blitzmegaplex, jaringan handphone pasti mati, paling ga itu yang saya ingat setiap kali nonton di blitz Grand Indonesia.

Karena saya tau banyak dari Anda yang suka nonton di bioskop, saya ingi  menghimbau agar kita semua lebih beradab dan beretika lagi ketika di dalam bisokop. Jangan ngobrol, jangan main handphone (kampungan), jangan nendang kursi depan kita dan jangan dateng telat. Kalo hal sekcil ini aja kita abai, bagaimana dengan hal yang lebih besar lagi. 
         

Thursday, June 20, 2013

Tips dan Trik Hidup dalam Dunia World War Z (Hati-hati Spoiler!)

Sudahkah Anda menonton World War Z yang dibintangi oleh Brad Pitt? Kalo belom, lebih baik Anda berhenti membaca artikel ini mulai sekarang. Tetapi apabila Anda sudah menonton, Anda boleh melanjutkan membaca artikel ini.

Oke, jadi bumi di dalam kisah World War Z tiba-tiba berubah menjadi mengerikan karena banyak manusia berubah menjadi zombie. Tidak ada penjelasan kenapa mereka berubah menjadi zombie (sama seperti kisah zombie lainnya, misalnya The Walking Dead). Lebih mengerikannya lagi, para zombie bukan tipikal zombie yang biasanya Anda temui. Lambat, akan mengunyah Anda sampai habis, pincang dan pendiam. Zombie dalam WWZ bersifat kencang dan bersuara seperti Raptor yang serak dan"hanya" menggigit Anda. Tapi mereka sama-sama mengerikan dan akan membuat Anda lari sekencang-kencangnya (atau berteriak keras sekali, tergantung kecepatan otak Anda bekerja).

Kalo Anda familiar dengan serial The Walking Dead, trik hidupnya sebenarnya masih lebih mudah daripada menghadapi para zombie di WWZ. Hanya tinggal lari sekencang-kencangnya. Tapi dalam WWZ berbeda. Lalu bagaimana menghadapi kekacauan ala WWZ ini? Berikut ini tips dan trik yang menurut saya sangat berguna.

1. Jauhi Wilayah Ramai
Wilayah ramai bisa berarti wilayah padat penduduk. Jadi apabila Anda tinggal di Jakarta, maka jauhilah wilayah bantaran kali Ciliwung. Di wilayah itu, jumlah penduduk sangat banyak bahkan bersenggolan pun akan mudah dialami. Hindari juga berada di pasar tradisional, seperti Pasar Kebayoran Lama. Pasar ini sangat sering menimbulkan kemacetan maka otomatis daerah ini ramai kan? Hindari pula berada di ITC atau mall terutama di saat menjelang Lebaran, malam minggu atau tanggal muda. Tempat-tempat ini luar biasa ramai, AC-pun kadang ga ngaruh karena saking ramainya. Lagipula apabila zombie sudah datang, Anda mau ngumpet dimana di wilayah-wilayah ini? Di los pedagang? Urgh, selain sempit, los pedagang juga kotor dan bau. Anda akan batuk-batuk dan akhirnya menimbulkan suara yang mengundang para zombie. Anda akan digigit!! Di mall mau ngumpet di mana? Kamar mandi? Sempit bung. Jadi lebih baik Anda langsung menyingkir ke wilayah-wilayah yang lebih sepi. Kalo di Jakarta mungkin bisa langsung menuju ke Kepulauan Seribu. Curi kapal dan langsung ngebut kesana. Kalo Anda tinggal di Pekanbaru, langsung ke pelabuhan dan langsung menuju ke Selat Panjang. Pastinya daerah ini sepi (8 jam dari Pekanbaru, jadi sudah pasti sepi). Maka positifnya dunia WWZ kalo Anda tinggal di Indonesia adalah Anda bisa mengenal lebih jauh negara Anda yang indah ini. Karena kalo tidak ada WWZ, kapan lagi Anda punya kesempatan untuk datang ke tempat-tempat terpencil?

2. Jadilah Michael Phelps dalam Bidang Lari
Michael Phelps adalah perenang legendaris. Meraih 8 medali emas di Olimpiade Beijing. Ia secepat itu. Maka apabila Anda tidak berhasil menemukan sungai untuk tempat melarikan diri maka berlatihlah untuk lari secepat-cepatnya. Berlatihlah dari sekarang. Sekarang banget!!!! Untuk latihan, mungkin Anda bisa nongkrong malem-malem di Taman Lawang dan tinggal menunggu Satpol PP menyisir daerah itu. Jadi bukan untuk menunggu pelanggan ya. Maka ketika Satpol PP datang dan mengejar Anda, larilah! Ini sepertinya latihan yang efektif. Kenapa? Lari dari kejaran Satpol PP sama seperti lari dari zombie. Harus cepat larinya, cepat menemukan tempat untuk ngumpet dan berlatih tidak menimbulkan suara sama sekali yang bisa mearik perhatian mereka.

3. Menjadi Manusia yang Berguna
Brad Pitt bisa mendapatkan tempat di kapal perang AS karena ia berguna. Ia menemani ahli virus ke Korea Selatan untuk menyelidiki penyebab munculnya zombie ini. Keluarganya (sementara) aman tinggal di kapal perang tersebut. Tetapi ketika Pitt tidak diketahui keberadaannya, keluarganya diungsikan. Jadi, mulai sekarang cobalah untuk lebih dikenal (terutama oleh PBB) dan mempunyai keahlian khusus yang berguna. Yah memang susah sih. Tapi kalo keluarga Kardashian bisa terkenal dengan mudah, kenapa tidak dengan kita.

4. Rontokkan Gigi Tetangga Anda
Rontokkan gigi? Iya, inilah yang dilakukan oleh pemerintah Korea Utara. Pemerintah Korut memangkas habis gigi para warganya setelah mengetahui zombie ini menular melalui gigitan. Gila mungkin kedengarannya tapi efektif loh. Sangat. Jadi yang perlu Anda lakukan adalah (terutama apabila Camat atau Ketua RT) meminta warga di sekitar Anda untuk ke dokter gigi untuk mencabut semua gigi mereka. Anda sendiri tidak perlu mencabut gigi Anda kalo Anda yakin Anda tidak akan tertular. Tapi apa yang harus dilakukan apabila warga menolak mencabut gigi mereka? Baca poin 1.

5. Lupakan Pesawat
Anda pikir pesawat adalah alat transportasi paling efektif? Iya kalo dalam dunia yang berbeda tapi tidak dalam dunia WWZ. Anda mau lari kemana apabila tiba-tiba zombie ada yang muncul di dalam pesawat? (Yap ini benar-benar terjadi) Ke kokpit? Kalo tidak dikunci. Ke toilet? Ayolah Anda sudah tahu kan kalo pintu toilet pesawat itu ringkih dan mudah untuk dijebol? Jadi bepergian dengan kapal sepertinya adalah yang paling aman karena jika zombie muncul, Anda tinggal hanya melompat ke laut atau sungai atau danau. Lalu bagaimana jika Anda sudah terpaksa naik pesawat ketika wabah menyebar? Jangan duduk di barisan belakang atau yang dekat dengan pintu tingkap kapal. Barisan belakang, selain sempit dan guncangan yang sangat terasa juga dekat dengan akses pintu tingkap yang bisa aja zombie nyelonong melalui pintu ini. Selain itu bawalah koper yang berat dan letakkan di kabin. Ini berguna loh untuk menghambat pergerakan zombie terutama apabila dalam pesawat yang berukuran jumbo. Jadi apabila Anda baru pulang jalan-jalan dan membawa oleh-oleh, maka pas lah. Orang Indonesia kan bawaanya banyak kalo pulang jalan-jalan.

6. Berubah menjadi Brad Pitt
Oke yang ini memang mustahil. Kita tidak akan berubah menjadi sosok Pitt kalo kita tidak punya kekuatan seperti Mystique (yang sayangnya juga khayalan). Bila menjadi Pitt maka Anda bisa selamat kemanapun Anda pergi dan sedekat apapun zombie dengan muka Anda. Dengan menjadi Pitt, Anda juga bisa mendapat akses ke WHO, pangkalan kapal AS di Atlantik dan Korea Selatan dan wilayah Israel. Selain itu, Anda juga bisa selamat ketika pesawat yang Anda tumpangi jatuh dan hancur berantakan. Anda juga bisa mengadopsi anak yatim piatu keturunan Latin. Anda juga bisa menjadi pasangan Angelina Jolie. Selain itu juga pernah memacari atau menikahi wanita-wanita cantik seperti Jennifer Aniston, Gwyneth Paltrow dan Juliette Lewis. Jangan lupakan menjadi Sexiest Man Alive berkali-kali versi majalah People dan super kaya.

7. Layaknya yang ada dalam Film
Mereka yang selamat dari serangan zombie adalah manusia yang kurang sehat secara fisik, yang sedang mengidap penyakit yang cukup serius. Kakek-kakel yang sudah uzur selamat, tentara yang pincang juga selamat dan remaja yang sepertinya juga sedang sakit keras juga selamat. Jadi buatlah diri Anda menjadi sakit cukup parah. Kalo berdasarkan pengalaman saya, jangkiti diri Anda dengan cacar air. Anda akan merasa hampir mendekati kematian tapi juga tidak mati. Kalo Anda sudah pernah kena cacar, coba Googling dan cari jenis penyakit lain yang "membuat sakit parah tapi tidak membuat Anda mati".

Anda boleh saja tertawa membaca artikel ini. Menurut Anda mungkin konyol dan tidak mungkin. Tertawa saja terus sampai Anda sadar kekacauan ada di sekitar Anda dan hal itu disebabkan oleh zombie bukan oleh asap kebakaran seperti yang ada di Pekanbaru sekarang ini. Anda perlu ingat, yang dilakukan oleh Israel dan Korut bisa selamat dari zombie adalah mereka tidak tetawa membaca peringatan zombie, mereka juga membaca tanda-tanda alam. Jadi mulai sekarang bungkam mulut Anda dan jangan ketawakan artikel saya ini. Jangan! Yang pasti Anda jangan lakukan hal yang satu ini:

                                    
Ingat, zombie bukan untuk dicium (apalagi di bibir) tapi untuk dihindari.